السلام عليكم ورحمة الله وبركاتة
YA RABB BERILAH CINTAMU, WALAU SETETES BIARKANLAH : HATI, PIKIRAN, TUBUH KITA SELALU MENDEKAT PADA-NYA

Facebook Halimi Zuhdy

Minggu, 30 Juni 2024

“Qaddukal Mayyas” Bukan Shalawat!

Halimi Zuhdy

Ada yang bertanya tentang kebenaran shalawat "قدك المياس يا عمري", yang dipopulerkan oleh Sabah Fahri ini. Apakah lagu tersebut benar-benar sebuah shalawat atau sekedar nyanyian biasa?!. Lah, ini pentingnya belajar bahasa Arab, tidak semua yang berbau bahasa Arab itu shalawat, doa dan Ayat-Ayat al-Qur’an.
Akhir-akhir ini banyak sekali lagu-lagu bahasa Arab yang dicampur adukkan dengan lagu-lagu relegi dan shalawat. Bahkan lagu-lagu nyanyian tempat ibadah, juga dianggap lagu-lagu relegi umat Islam, asalkan berbahasa Arab, maka dianggap shalawat. Saya lebih mentahlil (analisis) sedikit tentang latar belakang lagu di atas (Qaddukal mayyas ya Umari”), sedangkan beberapa lagu yang viral lainnya, semoga ada waktu menuliskannya. 

Pertama, coba dicek link Youtube yang menuliskan tentang lagu ini; Shalawat Viral Qaddukal Mayyas (Penma Musik), sholawatan Qadduka Mayyas (17 Record), Lirik Sholawat Qodduka Mayyas (Sang Perindu) dan masih banyak sekali chenel Youtube, istagram, tiktok dan lainnya yang menuliskan Qaddukal Mayyas sebagai shalawat Nabi. 

Bahkan media seperti Kumparan, Teknozan, Surya, PanduanIslami, dan lainnya juga ikut-ikutan, seperti dalam kalimat, “Akhir-akhir ini, sholawat Qoddukal Mayyas sering digunakan sebagai backsound video di media sosial. Beberapa penyanyi pun berlomba-lomba membuat cover sholawat ini dan diunggah ke channel YouTube pribadi”. Terus apa salahnya, bila dianggap shalawat? 

Salahnya adalah ia bukan kalimat-kalimat pujian kepada Nabi, dan toh kalau pujian ia salah alamat. Pujian tuk kekasih/pacaran. Lirik lagu tidak mengandung unsur pujian atau penghormatan kepada Nabi Muhammad SAW. Lirik lagu tersebut lebih fokus pada kecantikan dan pesona seorang wanita yang dicintai oleh sang penyanyi.

Lagu ini sering dinyanyikan dalam konser dan acara hiburan yang tidak pantas dikaitkan dengan konteks religi. Video-video di YouTube yang menampilkan lagu ini menunjukkan penampilan penyanyi yang membuka aurat dan tidak sesuai dengan norma agama.

Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa lagu "قدك المياس يا عمري" bukan sebuah shalawat dan tidak boleh disalahartikan sebagai bentuk penghormatan kepada Nabi Muhammad SAW. Sebagai umat Islam, kita perlu berhati-hati dalam menyikapi berbagai informasi dan konten yang beredar, terutama yang berkaitan dengan hal-hal yang bersifat religius. Pastikan untuk selalu mencari informasi dari sumber yang terpercaya dan kredibel.

Toyyib; mari kita sedikit melirik beberapa kalimat yang ada dalam lagu tersebut;
قـدك الميــاس يـا عـمــــري
Tubuhmu yang ramping, wahai hidupku (bisa juga tubuhmu, atau pinggangmu yang indah gemulai) wahai kekasihku. 
لِغُـصـين الــبــان كــم يـُذري
Seperti dahan pohon willow yang melambai (goyangannya, gemulainya, seperti pohon kelor). Dan dalam bahasa Inggris diterjemahkan dengan “Your swaggering body oh my love, as lean as a moringa twig”. 

Dan seterusnya….

Dari awal sudah sangat tampak sekali bahwa ini bukan shalawat, tetapi rayuan dan ungkapan seorang laki-laki pada perempuan tentang tubuh gemulainya dan lainnya. maka, sangat tidak elok, kalau nyanyian di atas dinyanyikan diacara Dibaan, Shalawatan dan apalagi ditulis di berbagai chenel dengan Shalawat Quddakal Mayyas.

Maka, bila tidak tahu maknanya dan tidak jelas asal muasalnya, lebih aman baca shalatawat yang sudah masyhur😁

****
Lagunya seperti di link berikut.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar